CILACAP–Kabupaten Cilacap masih menghadapi sejumlah permasalahan strategis, seperti kemiskinan ekstrem, pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang perlu ditingkatkan, serta daya saing daerah yang belum optimal. Hal itu disampaikan Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cilacap Tahun 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Syamsul menggarisbawahi bahwa pembangunan harus fokus pada dampak langsung bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. “Kita harus mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam penganggaran, sehingga program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Dalam arahannya, Syamsul juga memaparkan prioritas pembangunan Kabupaten Cilacap pada tahun 2026. “Fokus kita ada pada kesejahteraan masyarakat yang berjasa dan berbudaya, pertumbuhan ekonomi yang teratur, peningkatan kualitas lingkungan hidup, dan penanganan kemiskinan ekstrem,” kata Syamsul.
Bupati berharap bahwa seluruh peserta forum ini dapat memberikan masukan yang konstruktif untuk menyempurnakan dokumen perencanaan pembangunan Cilacap. “Kita harus bekerja sama untuk mengatasi permasalahan yang ada, sehingga Cilacap dapat mencapai visinya sebagai daerah yang maju dan berdaya saing,” tambahnya.
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo, memberikan arahan terkait strategi pembangunan Jawa Tengah periode 2025-2029. Ia juga menambahkan bahwa peningkatan infrastruktur dan pengembangan ekonomi berbasis desa menjadi prioritas dalam beberapa tahun mendatang.
“Kebijakan kami mencakup pengurangan beban masyarakat miskin, penguatan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja melalui pengembangan lembaga pelatihan serta peningkatan kualitas tenaga kerja,” ungkap Harso.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (19/3/2025) di Aula BPKAD Kabupaten Cilacap ini dihadiri sekitar 150 peserta secara luring dan 80 peserta secara daring. Pada kesempatan ini Ketua DPRD Kabupaten Cilacap diwakili Wakil Ketua, Indah Mayasari.
Musrenbang dipandu Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Cilacap dan menghadirkan beberapa narasumber, termasuk Koordinator Direktorat Regional I Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Kemenyerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) yang membahas kebijakan nasional terkait kemandirian pangan daerah.
Selain itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Cilacap, M. Wijaya juga memaparkan rancangan RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029.(dn/Kominfo)